Monday, October 31, 2011

Daun Cinta


Wajahmu tak terlukis dalam benakku
Senyummu tak terlihat oleh mata hatiku
Jiwaku terpagut akan cintamu
Menanti kedatangan seorang bidadari Sholehah impian semu

Wahai kau sang Daun Cinta
Ku tulis puisi ini untuknya yang disana
Sampaikan salamku untuk Bidadari itu
Yang baru saja turun dari khayangan
Mau kah kau ku persunting untuk jadi pendamping hidupku

Melangkapi separo agamaku
Wahai kau sang Pemilik Cinta
Sesungguhnya aku tak pernah merasakan Anugerah ini
Anugerah terluhur yang datang dari sanubari

Daun cinta daun yang tak ku duga
Ketika datangnya tak bertahan lama
Mengilang ditengah gumpalan tangis yang tiada tara
Datang lagi ketika rembulan kembali memicingkan sinarnya

November telah didepan mata
Ku kutip bait ini untukmu duhai pasangan jiwa
Untuk merajut cinta yang wangi sewangi pohon kasturi
Merangkul Ridho sang Ilahi