Wake up in the morning with a cup of tea in my hand
That's smell make me want to try again,
No matter what i'd do, successfull or failed in the road
Now, Just wait for a miracle for bring me to the future
Make me smile beautifully
Untaian
Menuliskan apa yang sedang berkecambuk di pikiran ....
Monday, November 21, 2011
Sunday, November 20, 2011
Puisi Untuk Sang Komodo
Kau cantik kau menawan
Geloramu membahana sampai ke ujung dunia
Saling silang bersahutan menggeret suara
Terpilih lah kini kau sebagai New7Wonders
Hatiku senang walau penuh kepalang
Banyak borjuis melirik singgasanamu
Untuk apa kawan??
Untuk membangun peradaban baru
"Bagaimana dengan komodoku" tanya seorang anak kecil
Kemodomu akan hilang ditelan jaman
Buatlah Mereka Mendaki
Ku petik gitar malam ini
Bernyanyi laksana peri
Tak ada lagi kelu di hati
Sejak kau ada disini
Duniaku seolah berwarni
Dunia oh Dunia ini
Masih seperti ini
Penuh kepalsuan tek terperih
Membabi buta mencari nasi
Saling bersikutan demi fantasi
Yang konon membawa angin surgawi
Duhai kau sang Pengasih
Buatlah mereka mendaki
Terjungkal dan sadar untuk mati
Ada dunia setelah ini yang lebih tak suri
Api Cinta mu
Sedetik pun tak ingin ku memejamkan mata ini
Memandangi indah arsitertur wajah mu adalah karunia terbesar
Tatap aku sekali lagi dengan mata api mu
Dan aku akan terbakar oleh cinta panas mu
Sentuh aku lagi, sentuh dengan kulit indah mu wahai cintaku
Sentuh sentuh batin terdalamku dengan cinta tulusmu
Malam ini indah ku ingin seperti ini selamanya, denganmu
Biarlah badan ini hangus oleh api cintamu
Tuesday, November 15, 2011
Malam Pekat
Malam pekat seperti pikiranku
Yang sedari tadi berkecambuk tak karuan
Berfikir mana yang baik dan mana yang tak baik
Mana manfaat dan mana mimpi
Malam ini benar benar pekat
Aku berangkat atau aku mengurung
Bagai hidup segan mati pun tak mau
Aku bingung...
Beberapa menit aku berfikir ...failed..
Mungkin kah aku takut mengambil keputusan
Takut salah jalan takut mengambil resiko
Aah selamanya aku penakut.
Tuesday, November 1, 2011
Sekitar 10 Tahun yang lalu
Sekitar 10 tahun yang lalu terakhir kita bertemu
Ku pandangi muka penuh lesu
Mata yang terpancar ketulusan seorang sahabat sejati
Ku temui ada pada dirimu, Kawan ...
Kini setelah sekian lama kau datang kembali
Menemuiku kau sudah banyak berubah
Dulu kau Nakal kini tak lagiDulu kau kecil kini kau besar
Kawan, betapa beruntungnya ku bertemu kau lagi
Monday, October 31, 2011
Daun Cinta
Wajahmu tak terlukis dalam benakku
Senyummu tak terlihat oleh mata hatiku
Jiwaku terpagut akan cintamu
Menanti kedatangan seorang bidadari Sholehah impian semu
Wahai kau sang Daun Cinta
Ku tulis puisi ini untuknya yang disana
Sampaikan salamku untuk Bidadari itu
Yang baru saja turun dari khayangan
Mau kah kau ku persunting untuk jadi pendamping hidupku
Melangkapi separo agamaku
Wahai kau sang Pemilik Cinta
Sesungguhnya aku tak pernah merasakan Anugerah ini
Anugerah terluhur yang datang dari sanubari
Daun cinta daun yang tak ku duga
Ketika datangnya tak bertahan lama
Mengilang ditengah gumpalan tangis yang tiada tara
Datang lagi ketika rembulan kembali memicingkan sinarnya
November telah didepan mata
Ku kutip bait ini untukmu duhai pasangan jiwa
Untuk merajut cinta yang wangi sewangi pohon kasturi
Merangkul Ridho sang Ilahi
Subscribe to:
Posts (Atom)




